Kusantap Daging Moyangku
Ku santap sepiring pengkhianatan
Dalam lumat kunyah rempah
Dan kuah-kuah yang kental
Dalam Belanga emas
Hingga menyisakan sepah
Lalu ku kunyah se-iris daging
Kiranya ku sangka Sapi, ataupun Kambing
Hingga keringat jatuh bercucuran
Membasahi sekujur tubuh ini
Ku nikmati hidangan kawan
Teman moyangku dari seberang
Malam ini...
Ku nikmati jamaun pengkhiantan
Traktiran kawanku, kawanmu dan kawan kalian
Ku sangka daging Sapi ataupun Kambing
Ku harap bukan pula daging Babi ataupun Anjing
Dan nyatanya, itu adalah daging moyangku
Daging yang masih berurat darah pengkhianatan
Malam ini...
Ku seruput kopi dalam secangkir Damai
Ku sesap merah kental cairannya
Sampai menyisakan ampas
Bekas linangannya, ampas gilingan
Sepah-sepah sisa peperangan
Malam ini...
Ku seduh setalam Mou Helsinki
Dengan nyala dendam dan air mata
Dengan tangisan dan nyawa yang tak berpusara
Yogyakarta, Januari 2020

Posting Komentar