Bagaimana rasanya hidup dalam angan-angan
Menutupi semua lapar dengan ketimpangan
Membasuh semua air mata dengan janji-janji
Bahkan, menabur harapan dengan slogan-slogan suci;
Bagaimana rasanya berpura-pura hidup tapi mati?
Semua akan di jawab oleh Aceh; Seuramoe Meukkah
Nanggroe meugah lagi teulebeh di ateuh rueng donya
Iya, namanya Aceh, bumi mulia lagi bijaksana
Bumi penuh derita dan bala bencana
Tempat para mafia berduyun-duyun memperkosanya
Tempat para kapitalis menggerogotinya.
Bagaimana rasanya berpura-pura tak merana
Sedangkan rakytamu hampir saban hari sengsara
Berkutat hudup di dalam kibajakan dan kedikdayaan.
Aceh, maafkan aku yang saban hari menyebut namamu
Maafkan aku yang saban waktu mengucap namamu
Ampuni aku yang saban detik mencelamu
Biarkan aku, setiap saat memaki dan mengulit ibrahmu
Aceh, kau harus tahu bahwa elit-elitmu adalah
manusia kaya
Mereka manusia teuleubeh di atas muka bumi ini.
Bagaimana rasanya berpura-pura kaya di bumi miskin
Hidup di bawah kekuasaan para elit dan teungku-teungku yang teuleubeh?
Teulebeh di bidang cue peng rakyat
Teuleubeh di segi peungeut rakyat
Teuleubeh dalam menindas rakyat
Bahkan teuleubeh dalam menyengsarakan rakyat
Rakyatmu; bangsamu yang awam ini.
Yogyakarta, Februari 2020
Kinet BE
Mereka manusia teuleubeh di atas muka bumi ini.
Bagaimana rasanya berpura-pura kaya di bumi miskin
Hidup di bawah kekuasaan para elit dan teungku-teungku yang teuleubeh?
Teulebeh di bidang cue peng rakyat
Teuleubeh di segi peungeut rakyat
Teuleubeh dalam menindas rakyat
Bahkan teuleubeh dalam menyengsarakan rakyat
Rakyatmu; bangsamu yang awam ini.
Yogyakarta, Februari 2020
Kinet BE
إرسال تعليق